
Pada masa penguasaan Belanda tahun 1920-an,wilayah yang saat ini menjadi desa Tambahrejo adalah bagian dari wilayah Wedono Selokaton dan asisten wedono Pgeruyung,wilayah ini terdiri dari Desa Bogosari dengan wilayah saat itu Bogosari sampai Tembelang sebelah barat (saat ini RT 01/02) dengan kepala desa bernama "RESO DIKROMO",desa Tembelang dengan wilayah Tembelang dan mendek dengan kepala desa "WONGSO DJOYO " dan desa Gunungsari dengan wilayah saat itu gunungsari ditambah maron sebelah barat dengan carteker kepala desa "Towirjo Ngarip".Sementara itu maron sebelah timur waktu itu masih bagian dari bumi dusun kalibareng dalam kekuasaan Residen Wedono Patean.
Setelah diadakan rembug dari ke 3 desa tersebut,dan telah disetujui oleh negara pada waktu itu,maka pada tanggal 2 November 1924,dihadapan warga ke 3 desa tersebut ,disampaikan SK/Beslit oleh wedono selokaton dan Residen Wedono Pageruyung perihal penggabungan ke 3 Desa menjadi 1 desa yaitu Desa TAMBAHREJO.
Keputusan ini tertuang dalam SK/Beslit dari kanjeng Tuan Residen tanggal 17 Oktober 1924 nomor 35,dengan kepala desa pertama bernama KARYO LEKSONO ,Keputusan ini menyatakan bahwa wilayah desa Tambahrejo terdiri dari dusun Bogosari,dusun tembelang,Dusun Maron,Dusun Mendek dan Dusun Gunungsari.
Beslit/SK penggabungan desa tanggal 17 Oktober 1924 ini kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Desa Tambahrejo.pada tanggal 17 oktober 2024 kemarin Desa Tambahrejo genap berusia 100 tahun,Adapun Desa Tambahrejo pernah dipimpin oleh kepala desa sebagai berikut:
1.Karyo Leksono (1924-1970)
2.Jhoni Lolang (1971-1999)
3.Sumanto (1999-2003)
4.Hidayat (2003-2008)
5.Haryanto (2008-2013)
6.Arifin (2013-2019)
7.Yulianto (2020-Sekarang)
Demikian sejarah singkat terjadinya Desa Tambahrejo dan dengan deperingati hari jadi jatuh setiap tanggal 17 Oktober.